Kabar Olahraga
PSSI: Tim U-19 Masih Butuh Pematangan Mental
Kamis, 19 November 2009 10:17 WIB
Jakarta, (tvOne)
Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan tim PSSI U-19 yang pekan lalu tampil di Pra Piala Asia di Bandung masih membutuhkan pematangan mental saat berhadapan dengan tim asing.
"Mereka bisa diharapkan menjadi pemain masa depan kita. Tapi mereka masih membutuhkan pematangan mental, terutama menyangkut kondisi saat dengan siapa mereka bertanding," ujar Nugraha Besoes di Jakarta, Kamis.
Nugraha mengakui ketika tim yang selama dua tahun dibina di kompetisi Uruguay itu berhadapan dengan Singapura dan Jepang pada dua pertandingan awal penyisihan Grup F Piala Asia U-19 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Soreang Bandung, mereka seperti merasa "asing" berhadapan dengan lawan.
Selain itu, tampil pertama kali di hadapan publik sendiri dengan menyandang lambang Garuda merupakan beban yang harus mereka pikul sejak dini.
Di putaran Grup F Piala Asia U-19 yang berakhir pada Selasa lalu, Indonesia mengalami dua kekalahan yakni kalah 0-1 dari Singapura dan dibantai Jepang 7-0. Tetapi dalam tiga pertandingan berikutnya imbang 0-0 dengan Australia, menang 6-0 atas China Taipei dan unggul 4-1 atas Hong Kong.
"Hal ini menjadi catatan kita, mereka perlu beradaptasi dengan situasi yang berbeda karena selama ini saat dibina di Uruguay selalu berhadapan dengan tim-tim dengan gaya permainan yang sejenis," ujarnya.
Nugraha yang turut menyaksikan langsung pertandingan di stadion Si Jalak Harupat menandaskan bahwa Syamsir Alam dan kawan-kawan saat menghadapi tiga pertandingan berikutnya benar-benar tampil luar biasa dan mampu menunjukkan jatidirinya dengan semangat dan mental yang kuat didukung bakat yang cukup.
"Sangat disayangkan kondisi seperti itu terlambat karena terjadi dalam tiga pertandingan berikutnya sehingga peluang untuk mencapai kemenangan lebih banyak gagal dicapai. Tapi inilah sebuah proses yang memang mereka harus dijalani," ujarnya.
Ke depannya, lanjut Nugraha, kita bisa menaruh harapan besar kepada para pemain muda itu, apalagi tujuan dikirimkan mereka ke Uruguay adalah dalam rangka penciptaan (mencetak) pemain dan bukan untuk menciptakan sebuah tim seperti saat pengiriman tim PSSI Primavera dan PSSI Bareti ke Italia. (Ant)
