tvOne Newsticker
Sabtu, 20 Maret 2010

Kabar Olahraga

Pacquiao Incar Laga Akbar Versus Mayweather

Selasa, 17 November 2009 09:37 WIB

Las Vegas, Nevada, (tvOne)

Manny Pacquiao berharap dengan kemenangannya Sabtu lawan Miguel Cotto akan menghantarkannya ke pertandingan akbar kelas welter melawan Floyd Mayweather pada 2010.

Petinju kidal dari Filipina itu menunjukkan kesiapannya untuk bertarung lebih besar lagi setelah meraih gelar kelas welter WBO dari Cotto dan membukukan gelar ketujuh dunia di kelas berlainan.

Ia menang TKO ronde terakhir, setelah lawannya terhampar jatuh terkena pukulannya, menyebabkan wasit menghentikan pertandingan 55 detik memasuki akhir pertandingan ronde ke-12 di MGM Grand Garden Arena. Berasal dari kegemaran berlatih ilmu bela diri, petinju itu akhirnya menyukai tinju dan melambung namanya dalam beberapa tahun ini.

Setelah menang atas Oscar De La Hoya, Ricky Hatton dan kemudian Cotto, Pacquiao menjadi perhatian besar dalam olah raga itu bahkan tampangnya terpampang di halaman depat majalah Time edisi Asia bulan ini.

Kelihatannya memang sudah tiba saatnya mempertemukan petinju handal yang menjadi sampul majalah itu dengan petinju Amerika, Mayweather. "Ini merupakan pertarungan yang dinantikan seluruh dunia," kata pelatih Paquiao, Freddie Roach.

Ketika ditanya apakah setelah menjatuhkan Cotto pertandingan selanjutnya melawan Mayweather, Pacquiao mengatakan, "Pekerjaan saya adalah bertanding dan itu tergantung kepada promotor Bob Arum untuk menegosiasikannya."

Pacquiao sebelumnya mengatakan, ia menduga Mayweather akan bersedia bertanding dengannya dan tidak akan mengatakannya sebagai petinju membosankan.

"Tinju baginya merupakan bisnis. Ia tidak akan perduli dengan sekelilingnya atau apa pun komentar orang. Ia tidak perduli apakan pertandingan itu membosankan atau tidak. Ia pasti ingin cepat mengakhiri pertandingan dan menerima uangnya," kata Pacquiao.

Ketika akan bertanding melawan Cotto, Pacquiao kelihatan amat santai. Ia tersenyum bahkan melambaikan tangan ketika naik ke atas ring.

Petinju "underdog" Cotto tampil lebih serius dalam usahanya tampil sebagai pemenang dalam pertandingan besar itu. Rencana Pacquiao dalam pertandingan itu tetap menempel lawannya sejak bel ronde pertama berbunyi, kemundian mendaratkan pukulan untuk membuyarkan rasa pecaya diri lawannya.

Pacquiao, walau pun tidak mengikuti rencana itu sepenuhnya, tapi ia lebih cepat memecah perhatian lawan lewat pukulannya yang keras dan kemampuan bertinjunya yang amat akurat.

Rasa percaya diri Pacquiao meningkat setelah ronde ketiga, ketika ia menyadari ia dapat menerima pukulan Cotto tanpa harus kehilangan keseimbangan dirinya. Pada ronde kelima, ia menjadi lebih agresif, mendaratkan beberapa pukulan tajam sedangkan Cotto hanya berusaha sesekali membalasnya.

"Saya tidak tahu dari mana datangnya pukulan itu," kata Cotto yang bersimbah darah, sebelum ia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan sinar X serta perawatan luka dan lebam di mukanya.

Ketika Pacquiao tidak dapat merubuhkan lawannya pada ronde keenam dan ketujuh seperti yang diingikannya, ia akhirnya memperpanjang pertandingan sampai ronde terakhir. Ia berhasil memperpanjang permainan sampai wasit menghentikannya pada ronde akhir.

Roach mengatakan ia sudah menduga pembantu Cotto di pojok ring tidak akan sanggup untuk menentukan keputusan mereka sejak pertengahan permainan sampai akhir permainan, apakah menghentikan atau meneruskan pertandingan.

"Saya sudah menghentikan pertandingan bila saya berada di pojok ring mereka," kata Roach mengomentari pelatih Joe Santiago. "Ketika saya melihat (Cotto) mulai mundur dan gayanya mulai surut, saya sudah mulai berpikir apakah akan meneruskan atau menghentikan permainannya. Saya tidak akan membiarkannya mengalami kalah menyakitkan," katanya. (Ant)
 

ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar