Kabar Olahraga
Manny Pacquiao akan Catat Prestasi Terbaik dalam Sejarah
Kamis, 12 November 2009 17:19 WIB
Las Vegas, (tvOne)
Manny Pacquiao, yang disebut-sebut sebagai petinju antarkelas terbaik dunia, akan mencatat prestasi yang belum pernah dibuat petinju sebelumnya dalam sejarah jika dapat mengalahkan Miguel Cotto dalam perebutan gelar kelas welter WBO, Sabtu (Minggu waktu indonesia barat).
Kemenangan di MGM Grand Garden Arena Las Vegas nanti akan memberi "Pacman" dari General Santos City Filipina itu gelar juara dunia yang ketujuh di kelas yang ketujuh. "Jika saya memenangi pertarungan nanti, itu akan menjadi sejarah bagi tinju dan bagi Filipina," kata PAcquaio yang mencatat rekor 49-3-2 (37 KO) itu kepada wartawan Rabu (11/11), seperti dilansir Reuters.
Petinju Filipina itu baru-baru ini memenangi gelar kelas welter ringan IBO dengan mengalahkan Ricky Hatton dari Inggris Mei lalu. Sebelumnya ia memegang sabuk gelar kelas terbang, super bantam, bulu, super bulu dan ringan.
Prestasi itu merupakan proses luar biasa yang dicatat petinju yang memulai karirnya di berat 105 pon, atau 40 pon lebih ringan dibanding bobotnya untuk pertandingan Sabtu ini. "Saya tidak percaya sekarang ada di kelas welter. Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas yang Dia berikan pada saya," kata Pacquaio.
Pacquaio menyadari bahwa Cotto dengan kekuatan lebihnya akan menjadi lawan berat baginya. "Ini pertarungan penting dalam karir saya," katanya. Ia menambahkan, "Ia (Cotto) merasa lebih kuat dan lebih besar dari saya, dan saya sendiri tentu yakin pada diri sendiri."
Sementara itu, promotor Pacquaio Bob Arum mengatakan, bahwa petinjunya kini makin populer terutama setelah mengalahkan Hatton dan sebelumnya Oscar De La Hoya. Pria Filipina itu muncul di majalah Time bulan ini. Menurut Arum, Pacquaio akan selalu menjadi `juara milik rakyat` karena kepribadiannya. "Banyak petinju meraih sukses, kemudian menjadi sombong dan jauh dari orang-orang. Tapi Manny tetap sebagai orang yang rendah hati seperti biasanya," kata Arum.
Pacquaio mendapat dukungan dari negaranya dan juga para penggemar tinju pada umumnya. "Saya bertinju untuk rakyat Filipina. Tapi saya juga bertinju untuk orang-orang yang menggemari olahraga ini, yang menginginkan pertarungan yang menarik," kata petinju berusia 30 tahun itu.
