Kabar Olahraga
Nouldy Manakane Siap Bertarung di WBA
Minggu, 8 November 2009 08:17 WIB
Ambon, (tvOne)
Petinju peraih sabuk juara Pan Asia Boxing Association (PABA) di kelas bantam (53,5 Kg) Nouldy Manakane menegaskan, dia siap masuk dan bertarung pada badan tinju dunia versi World Boxing Asociation (WBA).
"Dengan kemenangan ini saya merasa siap untuk bertarung melawan juara versi WBA," ujar Manakane, usai meraih sabuk juara Pan Asia Boxing Association (PABA) kelas (53,5 Kg), di gelanggang olahraga (Sporthall), Karang Panjang, Ambon, Sabtu malam.
Dia merasa yakin akan kesiapannya maju dan bertarung guna meraih prestasi lebih tinggi serta mengharumkan nama daerahnya maupun bangsa dan negara dengan meraih gelar juara yang lebih tinggi pada badan tinju dunia. "Saya ingin menggantikan Elyas Pical (mantan juara kelas bantam IBF) dan Nico Thomas (mantan juara dunia kelas terbang mini IBF) yang pernah mengharumkan nama Indonesia dan Maluku di ring tinju dunia," ujarnya.
Manakane yang ditangani pelatih Erol van Room itu berharap dukungan semua pihak termasuk promotornya Neneng A. Tuty, SH serta Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) untuk mempromosikan dan mendukungnya bertanding di badan tinju WBA maupun lainnya. "Ini ambisi saya untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu melahirkan dan mengorbitkan petinju berprestasi di ring tinju dunia," ujarnya.
Petinju kelahiran Desa Lohiatala, Kabupaten Seram bagian Barat, provinsi Maluku itu juga berharap pemprov dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dapat mendukung ambisinya itu, sekaligus memfasilitas terselenggaranya kejuaraan bertaraf internasional berikutnya di Maluku, agar bisa membuktikan Maluku sebagai kiblat tinju profesional di tanah air. "Saya mohon dukungan Pemprov dan Gubernur Maluku Karel Ralahalu untuk memfasilitasi untuk bertanding kembali di Ambon," katanya.
Promosi Sementara itu, promotor tinju Neneng A. Tuty mengatakan akan mempromosikan Manakane di ajang yang lebih tinggi hingga berhasil meraih prestasi terbaik sebagai juara dunia tinju baru di tanah air. "Saya akan melakukan berbagai terobosan agar bisa mengorbitkan Manakane sebagai juara dunia baru Indonesia," ujar Neneng yang juga Ketua Angkatan Muda Trikora itu.
Dia meminta dukungan semua pencinta olahraga tinju serta pengambil kebijakan bidang olahraga di tanah air untuk mendukung rencana itu, sehingga lebih mengangkat nama bangsa dan negara di dunia internasional.
Ketua Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Manahan Situmorang, secara terpisah menyatakan gembira dengan kemenangan Manakane atas lawannya Winsalek dari Thailand dengan KO di ronde kedua. "Ini prestasi membanggakan bagi bangsa dan negara terutama di dunia tinju dan terbuka peluang bagi Indonesia melahirkan juara dunia baru selain Elyas Pical, Nico Thomas serta Christ John," katanya.
Kendati demikian, dia menegaskan, petinju Nouldy Manakane masih perlu banyak latihan terutama untuk mengendalikan emosinya agar lebih tenang saat bertanding dan tidak terpancing dengan lawannya. Khusus menyangkut promosi Nouldy, Sotumorang menegaskan, akan didaftarkan sebagai penantang juara dunia tinju versi WBA. "Namanya sudah akan masuk dalam daftar penantang juara dunia kelas bantam WBA pada Januari 2010 mendatang," ujarnya.
Dia juga berjanji memprioritaskan Kota Ambon sebagai tempat bertanding petinju profesional lainnya termasuk Nouldy Manakane untuk mempertahankan gelar yang baru diraih, mengingat dukungan penonton tergolong sangat fanatik.
Sedangkan menyangkut kemungkinan ditariknya Manakane oleh Komisi Tinju Indonesia (KTI) untuk diorbitkan sebagai juara dunia, Situmorang mengatakan tergantung promotor yang mengorbitkannya. "Silahkan saja KTI mengorbitkannya jika diijinkan oleh Neneng A. Tuty sebagai promotornya," katanya. (Ant)
